Gubernur Mahyeldi Launching Pesantren Ramadhan Kolaborasi 1444 H

Reporter: Rivo Septian

Padang (Media Center) – Gubernur Sumatra Barat H. Mahyeldi Ansharullah membuka secara resmi kegiatan Pesantren Ramadhan Kolaborasi 1444H/2023M di Masjid Raya Sumatra Barat, Senin (27/03/2023).

Acara launching diikuti oleh kurang lebih 400.000 peserta baik secara daring dan luring. Pesantren kolaborasi merupakan pesantren Ramadhan pertama di Sumatra Barat yang melibatkan seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD, MI, SMP, MTs, MA, SMA, SMK, dan SLB Se-Sumatra Barat.

Turut hadir dalam launching Ketua LKAAM Sumbar, Ketua Dewan Masjid Sumbar, Bupati dan Wali Kota Se-Sumatra Barat, Kanwil Kemenag Sumbar, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumbar, serta Kepala-Kepala Sekolah peserta pesantren Ramadhan Kolaborasi.

Gubernur Sumatra Barat H. Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya mengatakan bahwa Pesantren Ramadhan Kolaborasi diperuntukkan khusus bagi pelajar dan generasi muda yang notabenenya calon-calon pemimpin masa depan Indonesia.
“Acara ini khusus diperuntukkan bagi ananda semua yang insya Allah bakal menjadi calon-calon pemimpin masa depan bangsa. Orang-orang yang bakal menggantikan kami nantinya,” ujarnya.

Ditegaskan Mahyeldi, para orang tua mestinya harus khawatir jikalau meninggalkan generasi muda dalam keadaan lemah, baik lemah iman, lemah fisik, maupun lemah ekonomi.
“Ini menjadi hutang kita bersama bapak ibu orang tua. Khawatir kita kalau nanti anak-anak kita, kita tinggalkan dalam keadaan lemah segala-galanya. Karena itu, disinilah pentingya peran plPesantren Ramadhan ini. Agar anak-anak kita kuat dalam ilmu dan iman, serta tentunya fisik dan ekonominya,” katanya.

Tak ketinggalan Gubernur mengajak seluruh majelis guru yang terlibat dalam pelaksanaan Pesantren Ramadhan ini agar melaksanakan tugas secara ikhlas dan penuh tanggung jawab.
“Kepada bapak ibu guru, mari laksanakan Pesantren Ramadhan ini secara ikhlas dan penuh tanggung jawab. Baik buruk generasi masa depan bangsa banyak tergantung kepada Bapak Ibu guru. Karenanya guru adalah bagian penting dari kemajuan bangsa kedepan,” ulas Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat, Drs. Barlius, MM mengatakan tujuan utama dari pelaksanaan Pesantren Ramadhan Kolaborasi adalah untuk memakmurkan masjid.
“Kita ingin mengumpulkan siswa-siswi di masjid, guru-guru di masjid. Masjid menjadi bagian penting dari kehidupan anak-anak kita. Semoga anak-anak kita akrab dengan masjid,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Barlius juga mengklarifikasi terkait keberadaan absensi pelaksanaan Pesantren Ramadhan Kolaborasi yang sebelumnya sempat menjadi pembicaraan publik di media sosial.
“Absensi adalah instrumen untuk memastikan kehadiran. Tidak ada perintah untuk selfie-selfie. Itu inovasi yang tidak berguna. Cukup foto bersama usai kegiatan. Semoga soal absensi ini tidak lagi menjadi polemik,” tegasnya.

Pesatren Ramadhan Kolaborasi Sumbar berlangsung dari 28 Maret hingga 17 April 2023. Kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik SD, MI, SMP, MTs, MAN, MAS, SMA, SMK, dan SLB se-Sumatra Barat di masjid-masjid dekat domisili. Pesantren berlangsung 4 hari setiap pekannya, di mana hari Jum’at dan Minggu libur. Selama Pesantren para peserta akan diberikan materi-materi penting seperti fiqih ibadah, hafalan ayat, dan tahsin qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *